Rabu, 22 Juni 2016

ETIKA DAN PROFESIONALISME TEKNOLOGI SISTEM INFORMASI MINGGU 3

Dalam lingkup TI, kode etik profesinya memuat kajian ilmiah mengenai prinsip atau norma-norma dalam kaitan dengan hubungan antara professional atau developer TI dengan klien, antara para professional sendiri, antara organisasi profesi serta organisasi profesi dengan pemerintah. Salah satu bentuk hubungan seorang profesional dengan klien (pengguna jasa) misalnya pembuatan sebuah program aplikasi.
Seorang profesional tidak dapat membuat program semaunya, ada beberapa hal yang harus ia perhatikan seperti untuk apa program tersebut nantinyadigunakan oleh kliennya atau user; iadapat menjamin keamanan (security) sistem kerja program aplikasi tersebut dari pihak-pihak yang dapat mengacaukan sistem kerjanya (misalnya: hacker, cracker, dll).
Programmer adalah profesi yang menulis program dengan bahasa pemrograman seperti PHP, Java, Visual Basic dan lain-lain. Dalam berprofesi sebagai programmer terdapat kode etik, seperti:
1.      Seorang programmer tidak boleh menggunakan ulang kode tanpa izin.
2.      Seorang programmer tidak boleh sembarangan menyangkal adanya bug pada aplikasi.
3.      Seorang programmer harus membuat dokumentasi dengan akurat.
4.      Seorang programmer tidak pernah mengambil keuntungan dari pekerjaan orang lain.
5.      Seorang programmer harus terus mengikuti perkembangan pada ilmu komputer.

Sumber:

Selasa, 26 April 2016

ETIKA DAN PROFESIONALISME TEKNOLOGI SISTEM INFORMASI MINGGU 2

AUDIT AROUND THE COMPUTER (AUDIT SEKITAR KOMPUTER)
Metode ini bagi auditor tidak perlu menguji pengendalian sistem informasi berbasis komputer-klien, melainkan cukup input serta output sistem aplikasi saja, oleh karena itu auditor harus dapat mengakses ke dokumen sumber yang cukup dan daftar output yang terinci dalam bentuk yang dapat dibaca. Metode audit disekitar komputer cocok untuk situasi sebagai berikut :
·                     Dokumen sumber tersedia dalam bahasa non-mesin.
·                     Dokumen-dokumen disimpan dalam file dengan cara yang mudah ditemukan.
·                     Keluaran dapat diperoleh dari daftar yang terinci dan auditor mudah menelusuri setiap transaksi dan dokumen sumber kepada dan sebaliknya.
·                     Sistem komputer yang diterapkan masih sederhana.
·                     Sistem komputer yang diterapkan masih menggunakan software yang umum digunakan, dan telah diakui serta digunakan secara massal.
Adapun keunggulan dari metode ini adalah :
·                     Metode ini termasuk metode yang sederhana.
·                     Auditor yang memiliki pengetahuan yang minimal di bidang komputer dapat dilatih dengan mudah untuk melaksanakan audit.
Sedangkan kelemahan dari metode ini adalah jika lingkungan berubah, maka kemungkinan sistem itupun akan berubah, sehingga auditor tidak dapat menilai/menelaah sistem yang baik.
Dengan adanya penjelasan diatas maka dapat disimpulkan metode audit around the computer adalah suatu pelaksanaan audit dengan cara pemeriksaan hanya memeriksa masukan dan keluaran saja tanpa memeriksa dalam terhadap penggunaan program.

Selasa, 29 Maret 2016

ETIKA DAN PROFESIONALISME TEKNOLOGI SISTEM INFORMASI MINGGU 1

1. Pengertian etika, profesi
Kata etika berasal dari dua kata Yunani yang hampir sama bunyinya, namun berbeda artinya. Pertama berasal dari kata ethos yang berarti kebiasaan atau adat, sedangkan yang kedua dari kata ethos, yang artinya perasaan batin atau kencenderungan batin yang mendorong manusia dalam perilakunya.
Etika adalah refleksi dari apa yang disebut dengan “self control”, karena segala sesuatunya dibuat dan diterapkan dari dan untuk kepentingan kelompok sosial (profesi) itu sendiri.
Profesi adalah suatu pekerjaan yang berkaitan dengan bidang yang didominasi oleh pendidikan dan keahlian, yang diikuti dengan pengalaman praktik kerja purna waktu.

2. Ciri khas profesi
Menurut artikel dalam international encyclopedia of education, ada 10 ciri khas suatu profesi, yaitu:
a. Suatu bidang pekerjaan yang terorganisir dari jenis intelektual yang terus berkembang dan diperluas.
b. Suatu teknik intelektual.
c. Penerapan praktis dari teknik intelektual pada urusan praktis.
d. Suatu periode panjang untuk pelatihan dan sertifikasi.
e. Beberapa standar dan pernyataan tentang etika yang dapat diselenggarakan.
f. Kemampuan untuk kepemimpinan pada profesi sendiri.
g. Asosiasi dari anggota profesi yang menjadi suatu kelompok yang erat dengan kualitas komunikasi. yang tinggi antar anggotanya.
h. Pengakuan sebagai profesi.
i. Perhatian yang profesional terhadap penggunaan yang bertanggung jawab dari pekerjaan profesi.
j. Hubungan yang erat dengan profesi lain.

3. Pengertian profesionalisme
Profesionalisme ialah sifat-sifat (kemampuan, kemahiran, cara pelaksanaan sesuatu dan lain-lain) sebagaimana yang sewajarnya terdapat pada atau dilakukan oleh seorang profesional. Profesionalisme adalah tingkah laku, kepakaran atau kualiti dari seseorang yang profesional.

Sabtu, 16 Januari 2016

TUGAS PENGANTAR TELEMATIKA MINGGU 4

Proses Komunitas Java (Java Community Process JCP)

Arsitektur Java Virtual Machine

Java Virtual Machine (JVM) adalah sebuah spesifikasi untuk sebuah komputer abstrak. JVM terdiri dari sebuah kelas pemanggil dan sebuah interpreter Java yang mengeksekusi kode arsitektur netral. Kelas pemanggil memanggil file.class dari kedua program Java dan Java API untuk dieksekusi oleh interpreter Java. Interpreter Java mungkin sebuah perangkat lunak interpreter yang menterjemahkan satu kode byte pada satu waktu, atau mungkin sebuah just-intime (JIT) kompiler yang menurunkan bytecode arsitektur netral kedalam bahasa mesin untuk host computer.

Dalam spesifikasi mesin virtual Java, behaviour mesin virtual digambarkan dari sisi subsistem, area memori, tipe data, dan instruksi. Arsitektur Java Virtual Machine menunjukkan diagram blok mesin virtual Java yang mencakup subsistem utama dan daerah memori yang diuraikan dalam spesifikasi, masing-masing mesin virtual Java memiliki subsistem class loader yaitu mekanisme untuk memuat tipe (kelas dan interface) diberikan nama-nama yang memenuhi syarat. Setiap mesin virtual Java juga memiliki mesin eksekusi yaitu mekanisme yang bertanggung jawab untuk melaksanakan instruksi yang terdapat dalam methods of loaded classes.